Info Lingkungan : 2 Februari

HARI LAHAN BASAH SEDUNIA

Hari ini tepatnya tanggal 2 Februari dalam kalender lingkungan kita memperingati hari lahan basah sedunia. Mungkin Anda pun bertanya-tanya apa arti dari lahan basah tersebut dan kenapa di seluruh dunia ini memperingatinya. Baiklah kita akan mulai dengan apa definisi dari lahan basah. Menurut Konvensi Lahan Basah atau dikenal sebagai Konvensi Ramsar yang ditandatangani pada tanggal 2 Februari 1971 di Kota Ramsar yang terletak si Laut Kaspia, Iran; Lahan Basah atau Wetland adalah daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan. Hal ini didukung definisi menurut Wikipedia Lahan basah merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi bila dibandingkan dengan ekosistem lainnya. Wow, ternyata begitu pentingnya lahan basah ini bagi kehidupan manusia. Hal ini telah diakui dalam Konvensi Ramsar bahwa manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dengan lingkungan. Lahan Basah menjadi sumber utama perekonomian, kebudayaan, ilmu pengetahuan maupun nilai rekreasi, dengan hilangnya lahan basah akan sulit untuk diganti. Secara ekologis lahan basah berfungsi sebagai pengatur tata air dan sebagai habitat yang mendukung sifat-sifat flora dan fauna yang khas terutama burung air. Yang menjadi ancaman dari Lahan Basah atau Wetland ini adalah manusia.Kenapa demikian?dari berbagai informasi yang kami dapatkan bahwa kebanyakan manusia menggunakan bahasa lahan basah diplesetkan menjadi Wasteland (Kawasan Limbah), kawasan yang tidak bernilai dan menjadi tempat pembuangan sampah maupun limbah yang paling murah, serta persepsi atau pendapat negatif lainnya, dimana akhirnya menyebabkan lahan basah ini menjadi sumber penyakit. Tak hanya itu lahan basah di wilayah perkotaan keberadaannya menjadi semakin tidak berharga. Hal ini diutarakan oleh Prof. Emil Salim mantan menteri lingkungan hidup bahwa pola pikir manusia yang ekonomis akan membuat keberadaan alam akan semakin kritis. Coba Anda bayangkan apa yang telah terjadi di wilayah Jakarta dan Surabaya, dimana rawa-rawa banyak direklamasi menjadi perumahan dan pertokoan elite yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ahmad Suwandi dari Jakarta Green Monster pun mengatakan bahwa lahan basah di Jakarta itu adalah Kawasan Angke yang dulunya memiliki luas sekitar 1300 hektar dan sekarang hanya berkisar 25 hektar saja. Dengan berkurangnya luas lahan basah ini akan mengakibatkan banjir karena tidak ada lahan yang meresap kelebihan air di saat hujan. Tak hanya itu pula dengan berkurangnya luas lahan basah ini maka akan berkurang pula populasi flora dan fauna yang dapat menghasilkan sebagai ekonomi/usaha bagi petani tambak maupun nelayan. Setelah Anda mengetahui definisi serta fungsi dan kegunaan dari lahan basah maka pertanyaan selanjutnya apa yang bisa Anda lakukan???. Yang pertama adalah hal yang sangat mudah tapi sulit untuk mengimplementasikannya yaitu adanya suatu niat dan motivasi dalam diri kita untuk melestarikan lingkungan di halaman perkarangan kita sendiri. Caranya, memberi ruang untuk resapan air, atau membuat lubang biopori sehingga air makin cepat meresap ke dalam tanah serta jangan membeton semua areal rumah kita sehingga menyulitkan air untuk meresap ke dalam tanah. Nah, kalau sudah banjir dimana-mana jadi kita tahu bahwa penyebabnya tidak selalu sampah atau jangan-jangan rumah yang kita tempati saat ini berada di lahan basah. Kalau begitu mari kita bikin biopori di halaman rumah kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s